. . .

Artikel ini adalah bagian ketiga dari pembahasan NFT (Non Fungible Token). Artikel pertama membahas masalah media penyimpanan eksternal yang digunakan NFT. Sementara, artikel kedua menyoroti isu pemalsuan identitas yang digunakan oleh kreator NFT.

Tak hanya isu-isu yang telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, ternyata NFT mengalami masalah oversuplai!

Penciptaan NFT tidak seperti token-token biasa seperti ERC20 berbasis Fungible Token (FT) yang memiliki batasan suplai. Jumlah suplai dalam ERC20 memang dapat ditambah atau dikurangi melalui mekanisme minting dan burning. Namun demikian, semakin sedikit suplai token, maka impresi atas sistem token tersebut semakin bagus. Dengan kelangkaan token, maka umumnya harga token tersebut juga akan terkerek.

Pembatasan suplai juga sebenarnya jadi salah satu alasan mengapa Bitcoin berharga tinggi. Bayangkan bila suplai Bitcoin tak terbatas. Atau bila semua orang bisa menciptakan Bitcoin tanpa batasan. Kira-kira apa yang terjadi?

Benar sekali, Bitcoin tak akan punya harga. Atau bila berharga, maka harganya akan sangat rendah. Seperti halnya uang fiat yang terus-menerus dicetak; hiperinflasi terjadi dan menggerus nilai mata uang tersebut .

Oversuplai akan habisi NFT?

Inilah yang menimpa NFT saat ini. NFT yang naik daun dengan pesat membuat banyak orang berbondong-bondong terjun ke industri NFT. Baik artis betulan maupun artis jadi-jadian.

Desentralisasi artinya tak ada aturan baku yang mendeskripsikan siapa saja yang bisa menciptakan NFT, dan berapa banyak NFT yang bisa dibuat. Saat ini, semua orang membuat NFT. Saya bisa membuat NFT; Anda pun bisa membuat NFT. Tak ada standar kualitas NFT, gambar yang dibuat lima menit pun bisa jadi NFT; tak perlu jadi Banksy!

Atas nama seni digital, semuanya di-NFT-kan.

Dan sesuai hukum pasar, semakin banyak suplai maka harga akan semakin turun. Harapan investor NFT untuk meraup untung dari kenaikan harga NFT pun mengalami ganjalan. Ganjalan yang tentunya tidak hanya satu ini, namun juga yang lainnya!

Akankah masalah oversuplai ini cepat meruntuhkan NFT, secepat naik daunnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.