home Berita OpenBazaar, Platform e-Commerce Berbasis Peer-to-Peer

OpenBazaar, Platform e-Commerce Berbasis Peer-to-Peer

Semenjak kesuksesan Bitcoin, konsep peer-to-peer (P2P) kembali populer. Menggunakan P2P, maka kelemahan sistem yang hanya mengandalkan server-server sentral bisa dikurangi. Risiko atas single point of failure (satu titik kegagalan) bisa diatasi dengan menyebar titik pusat layanan. Konsep ini kemudian dibawa ke platform e-commerce OpenBazaar.

Semenjak kemunculannya, OpenBazaar terus menerus dibandingkan dengan Silk Road, toko online berbasis deep web paling terkenal yang menjual barang-barang terlarang. Toko tersebut pada akhirnya berhasil dihabisi oleh FBI, dan Ross Ulbricht sebagai pengelola Silk Road kini menjalani hukuman penjara seumur hidup (kisah ini sungguh menarik jika Anda tertarik mengikutinya, namun tidak akan kita bahas dalam artikel kali ini). Dalam OpenBazaar, para merchant tidak disuguhi platform toko online seperti yang ada pada Tokopedia atau Bukalapak misalnya.

Baca Juga:  Komputer Kuantum Ancam Masa Depan Bitcoin

Dengan menggunakan OpenBazaar, para merchant harus menjalankan toko online mereka sendiri melalui komputer milik mereka sendiri. Jadi, toko online ini tidak ada di dalam sistem milik OpenBazaar melainkan di komputer lokal milik penjual. Nantinya para pembeli akan dibantu oleh aplikasi OpenBazaar dalam mencari barang dan toko favorit. OpenBazaar tidak menyediakan server pusat untuk mengendalikan toko-toko milik para merchant ini, sebab semua berjalan dalam konsep P2P.

Para pembeli dan penjual dalam OpenBazaar dapat melakukan transaksi dengan menggunakan cryptocurrency Bitcoin. Tidak diragukan lagi, Bitcoin jadi salah satu faktor utama mengapa OpenBazaar bisa terbentuk, sebab e-commerce manapun memerlukan metode pembayaran yang . Tentunya syarat dan ketentuan terkait barang yang dijual diserahkan kepada penjual. OpenBazaar sendiri tidak melakukan kontrol atas jenis barang yang dijual.

Baca Juga:  Di India, Harga Bitcoin Sentuh $1000!

OpenBazaar menyediakan sebuah protokol P2P e-commerce yang mungkin saja menjadi primadona di masa depan, menyaingi platform e-commerce raksasa saat ini seperti e-Bay dan Alibaba.

Sumber gambar: themerkle.com

Dimaz

Cryptocurrency and cyber security Enthusiast at Kriptologi.com
Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.

Leave a Reply

%d bloggers like this: