home Berita Bitcoin Jadi Cryptocurrency Dengan Performa Terbaik, Ini Sebabnya

Bitcoin Jadi Cryptocurrency Dengan Performa Terbaik, Ini Sebabnya

Sebagai cryptocurrency yang pertama kali diciptakan di dunia, Bitcoin menempati peringkat pertama dalam hal valuasi pasar dan jumlah pengguna. Nilai Bitcoin juga melonjak sebesar 42% hanya dalam 1 bulan, membuat nilainya membengkak menjadi 12 miliar dolar AS dari sebelumnya 8,3 miliar dolar AS. Pergerakan pasar menunjukkan bahwa Bitcoin disukai banyak orang, dan mereka menginginkan lebih banyak bitcoin untuk dimiliki, demikian menurut Kim Iskyan dari Truewealth Publishing.

Sebagai pasar terbesar Bitcoin, China menguasai 92% volume perdagangan bitcoin, melalui 2 pasar terbesarnya Huobi dan OKCoin. Bitcoin merupakan mata uang yang unik sebab tidak memiliki otoritas tunggal yang mengendalikan suplai maupun kebijakan terkait uang. Meski demikian, Bitcoin diamankan dengan sistem desentralisasi dan mekanisme yang membuat pengubahan informasi tidak dapat dilakukan dengan mudah.

Baca Juga:  Harga Bitcoin Naik Tajam Pasca Brexit

Terbatasnya jumlah suplai justru membuat nilai bitcoin semakin meningkat. Bahkan reward halving yang akan terjadi dalam waktu dekat justru mempercepat peningkatan harga bitcoin. Reward halving akan memotong jumlah bitcoin baru yang diproduksi para miner dari yang semula 25BTC menjadi 12,5BTC untuk setiap blok yang diproduksi. Dengan karakteristiknya yang seperti emas, bitcoin seolah-olah menjadi safe haven atau alat lindung nilai bagi para investor yang khawatir akan masa depan perekonomian dunia yang tidak menentu, termasuk rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang mungkin akan membuat ekonomi dunia terperosok.

Kontrol ketat arus keluar uang Yuan dari negara China sebesar maksimum 50 ribu dolar AS pertahun membuat orang-orang China berbondong-bondong membeli bitcoin, demi melarikan uangnya keluar negeri. Melalui bitcoin, orang-orang dapat menukarkan Yuan dengan mata uang asing dari pasar bitcoin yang ada di luar negeri.

Baca Juga:  Dunia Kedokteran Tertarik Gunakan Blockchain untuk Amankan Data Uji Klinis

Peningkatan harga akhir-akhir ini disinyalir juga terjadi akibat ulah para spekulan di negara China. Bubble harga ini juga pernah terjadi pada komoditas lain seperti kapas, telur, dan bijih besi. Bubble ini sewaktu-waktu dapat pecah jika para spekulan mengakhiri aktivitasnya dan menjual seluruh bitcoin yang membuat pasar banjir suplai, yang kemudian membuat nilai bitcoin kembali merosot. Oleh karena itu, pengguna disarankan berhati-hati saat menginvestasikan dananya melalui bitcoin, sebab jika kenaikan harga ini terjadi karena spekulasi, maka saat bubble pecah, kerugian justru akan diderita dan bukannya keuntungan yang diperoleh.

 

Sumber gambar: huffpost.com

Dimaz

Cryptocurrency and cyber security Enthusiast at Kriptologi.com
Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.

Leave a Reply

%d bloggers like this: