home Berita BitNation, Negara Virtual Pertama di Dunia Berbasis Ethereum

BitNation, Negara Virtual Pertama di Dunia Berbasis Ethereum

Bosan dengan sistem pemerintahan tradisional? Tidak puas dengan kebijakan pemerintah dan menginginkan bentuk pemerintahan yang lebih demokratis? Perkenalkan, Government 2.0 dalam BitNation. BitNation, negara virtual pertama di dunia, resmi diluncurkan. Bitnation dibangun atas konstitusi yang disebut Decentralized Borderless Voluntary Nation (DBVN) terdiri atas 140 baris kode menggunakan smart contract Ethereum.

Konstitusi

Terdapat 1 alasan utama mengapa BitNation memilih penggunaan Ethereum ketimbang Bitcoin, yaitu adanya smart contract. Banyak pengembangan yang telah dikerjakan oleh tim pengembang Ethereum hingga saat ini, di mana smart contract menjadi sebuah persetujuan digital antar individu untuk mencapai tujuan tertentu. Teknologi smart contract memungkinkan BitNation untuk menghilangkan batasan geografis atas negara-negara yang ada. Dengan demikian, layanan pemerintahan dapat dibuat dengan lebih transparan, lebih mudah, dan lebih baik bagi para warga negaranya.

Pemerintahan mandiri

Konsep pemerintahan mandiri ini tampaknya aneh bagi banyak orang, namun tim BitNation sangat yakin pada tujuan yang ingin mereka capai. Meskipun masih banyak hal yang harus dikerjakan sebelum pemerintahan mandiri dapat diadopsi oleh lebih banyak orang, tim ini berfokus pada sektor keamanan dan dispute. Smart contract milik Ethereum memainkan peran yang besar dalam hal ini, demikian menurut pendiri BitNation Susanne Tarkowski Tempelhof.

Baca Juga:  Hard Fork Ethereum Demi Gagalkan Perampokan

Yang membuat smart contract Ethereum berguna adalah kemampuannya untuk memberi dukungan lebih pada teknik desentralisasi. Tidak seperti kebanyakan layanan yang ditawarkan sekarang ini, seperti media sosial dan email, sistem pemerintahan BitNation tidak memiliki otoritas sentral atau pemerintah. Model pemerintahan ini sangat erbeda jika dibandingkan dengan sistem sentralisasi atau demokrasi perwakilan seperti yang ada pada banyak negara-negara demokratis seperti di Barat maupun di Indonesia sendiri.

Kegagalan demokrasi perwakilan

Tempelhof merasa bahwa demokrasi telah mengalami kegagalan, dan konsep ini memiliki banyak cacat. Demokrasi seperti yang dipahami banyak orang, berarti bahwa pemerintah memberi beberapa pilihan bagi rakyatnya untuk dipilih, tanpa kemungkinan rakyat menawarkan pilihan lain. BitNation ingin mengubah konsep ini dengan menawarkan konsep Democratic Autonomous Organization (DAO).

Baca Juga:  Belanja di Amazon Pakai Bitcoin via SpectroCoin

DAO dalam blockchain

Konsep DAO perlu penjelasan lebih lanjut. Konsep diterapkan dalam blockchain milik Ethereum. Dari sudut pandang pemerintahan, keputusan akan dibuat ole sekelompok partai yang akan memutuskan pembagian kerja, distribusi aset, dll. Dua contoh signifikan dari DAO dapat ditemukan di Slock.it dan DigixDAO. Sementara voting akan menjadi cara umum untuk menemukan solusi, sehingga setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk membuat DAO mereka sendiri untuk kebutuhan tertentu, sehingga memperkuat kedudukan setiap orang dalam politik.

Lebih lanjut, DAO tersebut menjadi wahana ujicoba yang baik untuk membuat model pemerintahan yang baru, yang mungkin saja diterapkan dalam dunia nyata dalam skala yang lebih besar di masa depan.

Baca Juga:  ENISA Terbitkan Laporan Blockchain dan Cyber Security

 

Sumber: World’s First Virtual Nation Constitution Released on Ethereum’s Blockchain

Sumber: bitcoin-blog.com

Dimaz

Cryptocurrency and cyber security Enthusiast at Kriptologi.com
Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.
TAGS:

Dimaz

Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.

Leave a Reply

%d bloggers like this: