home Berita Komisi Uni Eropa Menginginkan Kontrol Ketat Terhadap Cryptocurrency

Komisi Uni Eropa Menginginkan Kontrol Ketat Terhadap Cryptocurrency

Setelah serangan teroris di Eropa, Komisi Uni Eropa berencana untuk menekan transaksi anonim yang dapat digunakan untuk mendanai aktivitas serupa, dan berjanji untuk menyelesaikan proposal tersebut pada akhir Juni.

Kontrol Ketat

Sejak serangan Paris, mata uang digital dan penggunaan enkripsi telah menjadi target otoritas karena diduga digunakan untuk kegiatan ilegal. Dokumen yang dibuat ini dianggap sebagai respon terhadap serangan yang telah terjadi, dan Komisi Uni Eropa menginginkan pemantauan atas transfer bank di seluruh wilayah Uni Eropa. Termasuk diantaranya inisiasi TFTP (Terrorist Finance Tracking Programme) yang memungkinkan pertukaran informasi perbankan antarpemerintah.

Menghilangkan Anonimitas

Proposal yang akan diajukan oleh Komisi Uni Eropa bisa berarti keharusan bagi pengguna mata uang digital untuk mendaftarkan identitas diri mereka pada jasa jual beli mata uang. Demikian halnya dengan kartu prabayar, di mana pembeli harus menunjukkan identitas diri pada toko penjualnya.

Baca Juga:  Instamine dan Premine, Ini Bedanya

Pada bulan November, komisi ini mempelajari tentang Bitcoin dan cryptocurrency lain terkait pendanaan terorisme. Mereka telah mengeluarkan pernyataan pers berjudul “European Agenda on Security – State of Play” yang menyebut pula tentang penggunaan TFTP. Dua hari kemudian, Reuters melaporkan bahwa Komisi Uni Eropa memulai langkah awal atas kebijakan mata uang digital.

Uang Fisik Justru Lebih Anonim, demikian menurut para pakar

Banyak pemerintahan yang mulai membentuk regulasi tentang Bitcoin, di antaranya Jepang, Cina, dan Amerika Serikat. Pertanyaan besarnya: apakah aturan ketat yang memerlukan pengumpulan data akan mengekang industri dengan mengurangi potensi jumlah pelanggan. Namun demikian, petugas Uni Eropa masih mencari cara untuk menerapkan aturan dengan pertama-tama menerbitkan penjelasan detail tentang sisi positif dan negatif mata uang digital yang berjudul “Virtual currencies: what are the risks and benefits?” dengan menekankan apakah teknologi ini dimanfaatkan oleh pelaku kriminalitas untuk membeli barang-barang ilegal dan mendanai terorisme. Bagaimanapun, 2 orang pakar menyatakan bahwa uang fisik justru lebih bersifat anonim ketimbang mata uang digital seperti Bitcoin.

Faktanya, uang fisik lebih anonim jika dibandingkan dengan mata uang digital. Sebab mata uang digital memiliki catatan terbuka dan dengan demikian dapat digunakan dalam analisis transaksi.

-Sean Ennis-

 

Baca Juga:  Begini Pandangan Gedung Putih Terhadap Bitcoin

Sumber: EU Commission Wants to ‘De-Anonymize’ Bitcoin This June

Sumber gambar: evigo.com

Dimaz

Cryptocurrency and cyber security Enthusiast at Kriptologi.com
Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.
TAGS:

Dimaz

Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.

Leave a Reply

%d bloggers like this: