. . .

Pandemi COVID-19 Picu Terbitnya Uang Fiat Elektronik?

Pandemi COVID-19 memang menjadi fokus masyarakat dunia. Bangsa-bangsa sedang berjuang sangat keras memerangi penyakit dari virus yang sangat menular ini. Tak hanya di bidang kesehatan, pandemi juga diperkirakan memicu resesi ekonomi. Uang fiat elektronik digadang-gadang menjadi medium sempurna untuk menyalurkan bantuan keuangan pemerintah.

Digital dollar AS segera terbit?

Semenjak kongres Amerika Serikat menggodok regulasi stimulus ekonomi (Stimulus Bill), ide penggunaan uang fiat elektronik terbitan bank sentral (Central Bank Digital Currency atau CBDC) terus bergulir.

Draf Stimulus Bill tersebut menyebut adanya “digital dollar” yang disinyalir merujuk pada CBDC. Sayangnya, konsep digital dollar tersebut menghilang di tahap akhir legislasi.

NetCents Technology, perusahaan teknologi asal AS, mengantisipasi munculnya digital dollar kembali pada stimulus ekonomi tahap berikutnya.

NetCents mengklaim telah menyiapkan aplikasi yang dapat mendukung terbitnya digital dollar. Aplikasi tersebut nantinya akan ditawarkan ke institusi finansial dengan model white label.

Uang fiat digital dianggap mampu mengatasi masalah administrasi mereka yang tidak memiliki rekening bank untuk mendapat bantuan keuangan dari pemerintah.

Deutsche Bank adopsi CBDC?

Senada dengan NetCents, Deutsche Bank tampaknya juga melirik uang fiat elektronik. Bank asal Jerman tersebut tampaknya membidik sebuah sistem digital yang mampu mendukung berbagai mata uang dunia.

Deutsche Bank merujuk pada riset yang menggarisbawahi kesulitan pemerintah menerbitkan uang fisik, di mana sirkulasi uang fisik dianggap mendukung penyebaran virus. Mereka juga menekankan perlunya solusi untuk mengatasi persoalan besar ini, yang akan merevolusi sistem keuangan dunia.

CBDC dan anonimitas transaksi keuangan

Salah satu problem besar implementasi uang fiat elektronik menggunakan teknologi blockchain adalah anonimitasnya. Aset kripto seperti bitcoin dan ethereum memungkinkan semua orang melacak transaksi finansial pemilik aset.

Meski hilangnya anonimitas bisa mengurangi risiko risiko ekonomi bawah tanah, di sisi lain tiadanya kerahasiaan transaksi keuangan dapat menimbulkan masalah baru yang bersumber dari ketimpangan sosial yang makin kentara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.