home Berita, Ethereum Khianati Blockchain, Ethereum Rencanakan Hardfork untuk Kembalikan Dana yang Dihack

Khianati Blockchain, Ethereum Rencanakan Hardfork untuk Kembalikan Dana yang Dihack

Berita seputar hacking DAO atas sebuah celah keamanan terus bergulir. Setelah aktivitas hacking yang merugikan sistem DAO sebesar 50 juta dolar dalam bentuk token, kini core developer Ethereum berencana melakukan hardfork untuk menggagalkan transaksi yang telah terjadi. Hardfork sendiri merupakan sebuah mekanisme di mana terjadi perubahan sistem yang menyebabkan pencabangan pada blockchain. Hardfork menyebabkan inkompatibilitas antara sistem yang baru dengan sistem yang lama. Cara ini ditempuh pada umumnya untuk mengatasi isu-isu kritis, dan sangat jarang terjadi.

Rencana hardfork yang dipublikasikan oleh Stephan Tual (pendiri Slock.it) ini dipertanyakan sebagian aktivis blockchain. Mereka mempertanyakan komitmen pengembang Ethereum terhadap prinsip immutability sistem blockchain. Prinsip ini menyatakan bahwa semua transaksi yang telah terjadi tidak akan dapat diubah. Ketika terjadi hardfork, maka transaksi-transaksi yang ada pada cabang yang tidak terpakai akan dibatalkan, sehingga bertentangan dengan prinsip immutability.

Baca Juga:  Jaxx Luncurkan Wallet Bitcoin dan Ethereum dalam Extension Chrome

Hardfork untuk mengatasi kejadian hacking ini tentunya akan menjadi preseden buruk terhadap sistem Ethereum. Pengguna akan merasa khawatir bahwa komunitas dapat menggagalkan transaksi yang mereka buat atas nama konsensus. Bayangkan ada seorang pengguna yang menjual rumahnya dengan bayaran ETH dari pembeli. Tiba-tiba komunitas memutuskan untuk melakukan hardfork dari titik sebelum transaksi rumah tadi dikonfirmasi oleh sistem. Secara otomatis, cabang baru hasil hardfork tidak memiliki informasi atas transaksi pembayaran rumah tadi, dan dengan demikian, rumah tersebut tidak pernah dibayar oleh pembeli, sehingga penjual rumah mengalami kerugian besar.

Smart contract yang ada pada ETH sendiri sebelumnya telah mendapatkan kritik keras, salah satunya dipaparkan dalam Steemit, yang juga dibenarkan oleh Jackson Palmer, teknologis sekaligus pencipta Dogecoin. Kritik ini dialamatkan pada smart contract sebab contract ini dieksekusi oleh komputer yang tidak memahami makna smart contract yang dieksekusinya. Apabila di kemudian hari terjadi permasalahan atas smart contract ini (dan akhirnya benar-benar terjadi), maka akan ada dampak signifikan terhadap sistem.

Baca Juga:  Harga Bitcoin Naik Tajam Pasca Brexit

 

Sumber: Ethereum Might Betray Blockchain to Recover from a $56M Hack

Sumber gambar: cryptocoinsnews.com

Dimaz

Cryptocurrency and cyber security Enthusiast at Kriptologi.com
Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.
TAGS:

Dimaz

Dimaz memiliki 10 tahun pengalaman sebagai programmer. Ia kini tenggelam dalam dunia cryptocurrency dan cyber security.

Leave a Reply

%d bloggers like this: